from time to time
Pada dasarnya tujuan sepatu adalah untuk perlindungan. Namun tujuan ini tidak terlalu penting lagi kalau sudah berurusan dengan sepatu wanita. Yang paling utama bagi wanita adalah fashion. Dengan mengikuti tren fashion mereka bisa bilang, I have style, I have class and I have taste.
Model atau style sepatu wanita tidak terlalu banyak berubah dari zaman ke zaman. Sepatu fashion wanita mulai memainkan peran di era 1930-1940an. Di tahun 1938
gaya dan jenis sepatu mulai mencapai standar tinggi. Amerika menjadi leader dalam memproduksi sepatu ‘fashion’. Dan yang paling berperan tentu saja film yang secara tidak langsung memberi efek besar pada perkembangan fashion sepatu.
1600-an
Tidak disangka kalau sepatu platform (platform shoes) sudah popular sejak tahun 1600-an. Saat orang-orang berpikir tentang platform shoes, mereka cenderung berpikir tentang sepatu disko yang popular di era 70-an. Platform shoes di tahun 1400 sampai pertengahan 1600-an disebut chopine.
1930-an
Dalam rentang 1600-an dan 1930-an popularitas platform shoes menghilang. Pada masa Victorian, wanita diharuskan mengenakan sepatu yang kecil dan feminine, yang tidak besar dan tinggi. Namun dunia fashion terus berputar hingga ke masa abad 20 dan
gaya Victorian pun lenyap. Di tahun 1930-an, sepatu dengan model baru mulai muncul, hususnya selama perang dunia II. Di akhir 1930-an platform shoes kembali muncul.
Pada masa ini sepatu mengalami perkembangan dalam model. Bahan yang digunakan pada sepatu ini adalah kayu dan sol gabus.
1970-an
Pada era 70-an, platform shoes sangat fashionable dengan tumit setinggi 2-5 inci. Pria dan wanita era ini begitu tergila-gila dengan sepatu model ini. Desain sepatu di era ini menarik dan penuh warna.
Era 70-an, seperti yang digambarkan dalam film Saturday Night Fever, dipenuhi dengan suasana warna-warni lampu disko. Dan jika kamu bertanya pada seseorang yang muda di masa 70-an apa gambaran paling kental di masa itu pasti, jawabannya adalah sepatu berhak tinggi dan tebal seperti ulekan.
Pada era 70-an, sandal sepatu model bakiak juga popular. Model bakiak seperti ini ternyata sudah menjadi budaya di era revolusi industri di Belanda. Klompen, adalah sebutannya di Belanda (mungkin ini cikal bakal sebutan klom untuk menyebut sandal bersol kayu di Indonesia)
1990-an
Awal era ini diramaikan dengan sepatu bersol rata, berwarna, dan persegi. Namun seiring waktu shoes fashion get the freedom. Platform shoes kembali berjaya. Namun kali ini platform sudah lebih sempit dan tidak sebesar dan selebar dulu.
2006
Tren tahun ini diramaikan dengan model-model wedges shoes (bertumit baji) yang cocok dengan banyak jenis outfit, warp dan strapy shoes, sepatu bersol rata seperti sepatu balet yang simple, woven shoes, dan platform shoes yang tidak ada matinya.
Designers
Desainer-desainer yang paling berperan di era 30-an adalah Salvatore Farragamo, Andre Perugia, dan David Evins. Mereka-mereka inilah yang memberikan kontribusi pada kejayaan platform shoes yang terus tren sampai saat ini.
Ada juga nama-nama terkenal seperti Stuart Weitzman, Adriana Caras, Manolo Blahnik dan masih banyak lagi.
Dibaca
1302 kali.